Produk dan Penentuan Harga Jual

Strategi Harga – cara memilih harga jual – Okuta Marketing Blog ...

Hallo apa kabar kalian semua? Kali ini saya membuat blog lagi dengan tema "Produk dan Penentuan Harga Jual" sebelum masuk ke pembahasan inti kalian tau enggak sih apa tujuan dari penetapan suatu harga? Nah, kalau kalian semua enggak tau bisa simak pembahasan dibawah ini ya! Enjoy!! 

Ketika kamu memutuskan untuk memulai suatu usaha atau bisnis. Salah satu bagian yang tak bisa dilewatkan adalah ketika harus menentukan harga jual produk yang akan kamu pasarkan. Menentukan harga jual produk atau jasa tidak bisa dianggap sebagai hal sepele. Menentukan harga dari suatu produk tentu menjadi salah satu keputusan paling menantang yang harus diambil para pebisnis.


-        Menurut Machfoedz 2005, tujuan dari penetapan suatu harga adalah untuk mencapai target perusahaan, mendapatkan laba dari penjualan, meningkatkan serta mengembangkan produksi produk, serta meluaskan target pemasaran. Penetapan harga suatu produk atau jasa tergantung dari tujuan perusahaan atau penjual yang memasarkan produk tersebut.


Setelah kalian mengetahui tujuan dari penetapan suatu harga, sekarang bagaimana sih caranya menetapkan suatu harga jual produk itu sendiri? Simak dibawah ini yaa..

1. Markup Price
Ini merupakan sebuah metode untuk mendapatkan harga jual produk dengan cara menambahkan beberapa persen harga dari pembelian bahan baku. Dengan kata lain, kamu harus bisa mengkalkulasi terlebih dahulu berapa modal yang dibutuhkan sebelum mendapatkan markup pricing-nya. Persentase tersebut yang nantinya akan menjadi keuntungan yang bisa kamu raih dari sebuah produk.

Harga Jual= Bahan Baku Modal + (Bahan Baku Modal x Markup)

Misalnya, kamu ingin memiliki usaha katering makanan sehat dengan bahan baku modal Rp 20.000,- /porsi. Markup yang ingin tambahkan adalah 20%. Jadi, berapakah keuntungan yang bisa didapatkan?

Harga Jual= Rp. 20.000 + (Rp. 20.000 x 20%)
Harga Jual= Rp. 30.000/porsi

Dalam kasus katering makanan sehat ini, kamu akan mendapatkan untung sekitar Rp 10.000 apabila ingin menggunakan markup sekitar 20%. Kurang lebih, begitulah cara menentukan harga jual produk dengan metode markup pricing.

2. Margin Pricing
Jika markup menggunakan persentase untuk mendapatkan keuntungan, margin pricing merupakan metode yang sebaliknya. Kamu harus menentukan terlebih dahulu berapa besar produk yang akan dijual. Setelah itu, kamu bisa masukkan ke dalam rumus di bawah untuk menentukan berapa besar persentase profit yang diambil. Dari situ, kamu bisa tentukan apakah harga yang diberikan terlalu besar atau tidak.

Margin= (Harga Jual – Harga Modal)/Harga Jual

Misalnya, kamu berjualan katering makanan sehat dengan modal Rp 15.000  ribu dan ingin menjualnya seharga Rp 45.000/perporsi. Apakah keuntungan yang diambil terlalu besar atau tidak? masukkan saja ke dalam rumus yang telah disiapkan di atas.

Margin= (45.000 – 15.000)/ 45.000
Margin= 0,78 atau 78%

Jadi, keuntungan yang didapatkan dalam seporsi katering makanan sehat mencapai 78%. Jika menurut kamu terlalu besar, kamu bisa ubah agar profit yang dihasilkan tidak melebihi 50% dari harga modal awal. Kenapa? karena biasanya memang profit normal sebuah produk tidak lebih dari angka tersebut.


3. MRSP
Manufacturer Suggested Retail Price merupakan harga produk yang biasanya sudah disarankan oleh sang pemilik kepada pelanggannya. Di Indonesia, kamu bisa mengenalnya dengan tulisan “harga eceran yang disetarakan”. Biasanya, MSRP hanya digunakan untuk perusahaan manufakturing, salah satunya adalah otomotif atau kendaraan bermotor. Namun, apakah MSRP dapat berubah walaupun harganya sudah ditentukan?
Dalam beberapa kasus, ada beberapa retailer yang dengan sengaja menaikkan harga produk walaupun terpasang label MSRP. Sebenarnya, tidak ada aturan yang melarang harga diubah. Terlebih lagi, permintaan pasar yang sedang meninggi namun produknya terbatas alias sudah hampir habis. Ada juga beberapa retailer yang menjual produk lebih murah dari MSRP karena stok yang terlampau banyak.

4. Keystone Pricing
Keystone Pricing merupakan sebuah metode yang mana digunakan oleh seorang retailer untuk melipatgandakan harga modal dari produk yang akan dijual kepada pelanggan. Misalnya, kamu membeli sebuah baju dengan modal Rp 50.000 tetapi menjualnya dengan margin keuntungan 100%. Jadi, pelanggan kamu harus membayarnya dengan harga Rp 100.000,- Apakah cara ini diperbolehkan dan umum digunakan?
Usut punya usut, keystone pricing merupakan cara kuno yang telah digunakan toko-toko retailer terkemuka di dunia. Hingga saat ini, metode tersebut masih digunakan karena mampu memberikan profit yang lebih besar bahkan mencapai 2 kali lipat dari harga modal awal.
Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menggunakan keystone pricing, salah satunya adalah kamu harus memastikan jika produk yang dijual memenuhi standar kualitas dan kelayakan. Kenapa? karena pelanggan tidak akan ada yang mau membayar mahal apabila produk yang dijual merupakan produk yang bisa ditemukan di tempat lain dengan harga lebih murah.   

Berikut adalah 5 pertimbangan penting dalam menentukan harga jual produk:

1. Menggunakan Rumus Sederhana
Beberapa pelaku usaha retail menggunakan pilihan keystone pricing dalam menentukan harga jual, dimana sebuah produk akan digandakan harganya hingga beberapa persen kenaikan harga, misalnya 50 %. Peningkatan harga ini dapat lebih rendah atau lebih tinggi lagi tergantung pada kondisi.

2. Mengikuti Harga Yang disarankan Perusahaan
Ini merupakan strategi penentuan harga jual mengikuti saran saran pabrik/perusahann kepada pelanggan anda, sebagian perusahaan menyarankan seperti harga jual seperti ini untuk menciptakan standarisasi harga terhadap produk tersebut.

3. Harga Diskon
Costumer sangat tertarik dengan potongan harga, salah satu strategi penentuan harga jual yaitu dengan memberi beberapa potongan harga, hal ini juga merupakan salah satu taktik dalam mensukseskan bisnis anda. Namun juga tetap harus mempelajari cara menentukan harga diskon agar tetap memberi keuntungan.

4. Harga Unik
Penjual sering kali menentukan harga jual dengan angka akhir yang lumayan unik seperti angka 9, 5 atau 7. Dan ternyata penggunaan angka akhir ini seperti memberikan keuntungan tersendiri bagi penjual, bila sebuah produk yang sama memiliki harga Rp. 1000 dan Rp. 950 maka anda tentu tau harga mana yang dipilih costumer bukan?

5. Menjual Murah
Anda dapat menentukan harga jual produk dengan memperhatikan harga jual dari pesaing anda, maka untuk menarik perhatian pelanggan maka anda dapat menjual sedikit lebih murah dari mereka. Namun pertimbangkan juga keuntungannya anda nantinya, jangan menjual terlalu murah.

Itulah cara dan lima strategi penentuan harga jual yang dapat menjadi acuan anda dalam menentukan harga jual suatu produk, tentukan harga jual produk anda dengan baik, karena akan berdampak pada untung rugi bisnis anda. Semakin baik penentuan harga jual maka diharapkan akan berbanding lurus dengan keuntungan yang didaptkan. Semoga kalian menyukai blog saya dan bermanfaat buat kalian semua, sampai jumpa diminggu depan see you!!

Komentar